Bekam Ampuh Tangkal Virus Corona Featured

Tuesday, Mar 17 6149
Seperangkat alat bekam (Al Hijamah) Seperangkat alat bekam (Al Hijamah)

Virus Corona atau Coronavirus Disease (COVID-19) sudah menjadi momok yang mengerikan. Di beberapa negara sudah terkena wabah virus mematikan ini.

Termasuk di Indonesia. Virus ini sudah membunuh beberapa orang. Semua itu adalah bagian dari qodarullah, ketetapan yang hak dari Allah Azza Wa Jalla.

Walau demikian, bukan berarti kita harus menyerah dan berdiam diri. Kita harus melakukan upaya dan strategi menghadapi virus yang sangat mematikan ini.

Selaku umat Islam, kita harus kembali kepada tuntunan Allah Subhanahu Wata 'Ala dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Mari kita baca kembali firman-firman Allah Azza Wa Jalla di antaranya;

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

"Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan" (QS. Jumu’ah 8)

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh" (QS. An Nisa’ 78)

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ

"Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu Muhammad" (QS. Al Anbiya’ 34)

Allah Subhanahu Wata 'Ala merupakan dzat Yang Maha Hidup (Al Hayyu) dan Yang Maha Kekal Abadi (Al Qayyum). Selain Allah Azza Wa Jalla akan binasa.

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ

"Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan" (QS. Ar Rahman 26-27)

Setiap makhluk hidup sudah sangat pasti akan mengalami kematian. Hanya saja, bagaimana caranya mati itu rahasia Allah Azza Wa Jalla Yang Mahatahu. Manusia tidak akan pernah tahu kapan ajalnya tiba? Wallahu A'lam.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati" (QS. Ali Imran 185)

Ibnu Katsir Rahimahullah menerangkan ayat-ayat di atas bahwasanya manusia sudah sangat pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang selamat dari kematian alias hidup kekal di dunia.

Allah Azza Wa Jalla menegaskan bahwa manusia berkeinginan lari (menghindar) dari kematian atau tidak, sama saja. Pasti manusia akan mati karena manusia memiliki ajalnya masing-masing.

Allah Azza Wa Jalla berfirman;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّىٰ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Artinya;

"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian dengan berangsur-angsur kamu sampailah kepada kedewasaan dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah" (QS. Al Hajj 5).

Oleh sebab itu, Allah Azza Wa Jalla memberikan kita akal (pikiran) dan hati (perasaan) untuk merenungi (muhasabah) terhadap apa-apa yang sudah kita lakukan.

Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam;

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ

Dari Ibnu ‘Umar dia berkata: "Aku pernah bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam lalu seorang Anshor mendatangi beliau, dia memberi salam dan bertanya: Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik? Beliau bersabda: Yang paling baik akhlaknya. Lalu mukmin manakah yang paling cerdas? Dia kembali bertanya. Beliau bersabda: Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas" (HR. Ibnu Majah)

Dengan meninggalnya saudara-saudara kita akibat virus corona, kanker, kecelakaan, sakit diabetes, sakit jantung, sakit ginjal, sakit darah tinggi (hipertensi), kebakaran, kebanjiran, atau musibah lainnya diharapkan kita yang masih hidup untuk memperbanyak amal saleh dan amal jariyah.

Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam;

عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قالَ: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ: إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ، فَوَاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ غُيْرُهُ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا. رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Abu ‘Abdir Rahman ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menuturkan kepada kami, dan beliau adalah Ash-Shadiqul Mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya), beliau bersabda: ”Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. Maka demi Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Cara Menangkal Wabah Virus Corona

Setiap manusia pasti ingin selalu sehat. Hanya saja tidak setiap manusia tahu bagaimana caranya bisa sehat. Islam mengajarkan kita hidup sehat sejak zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Sebab Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam merupakan teladan (panutan) yang best of the best di dunia dan akhirat. Tidak ada panutan yang paling hebat selain dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Termasuk kabar kehidupan kekal di akhirat juga telah disampaikan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam 1.441 tahun silam. Jadi, kalau enggak manut dan ikut sama Nabi Muhammad, mau ke mana dan ikut siapa kita? Arep melu sopo kowe..?!

Kematian akibat virus corona bisa kita dengar melalui radio, dilihat melalui berita televisi atau media online di sekitar kita. Jumlah kematian bertambah namun alhamdulillah ada juga yang sembuh dari virus corona.

Pemerintah Republik Indonesia memiliki strategi khusus untuk mencegah penyebaran virus corona. Di antaranya sekolah-sekolah diliburkan, pembatasan (penutupan) akses publik, meniadakan kegiatan di luar (khayalak), isolasi, karantina, dan langkah antisipasi lainnya.

Termasuk merawat seseorang dengan suspect (dicurigasi) atau positif virus corona di ruang isolasi. Walau demikian, sistem karantina atau isolasi kepada orang yang sedang menderita penyakit menular pernah juga dianjurkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Wabah penyakit menular yang pernah terjadi zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah penyakit kusta. Penyakit kusta kala itu sangat berbahaya karena menular, mematikan, dan belum diketahui penawarnya.

Zaman itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memerintahkan para manusia untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami lepra atau leprosy. Dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam;

‏ لاَ تُدِيمُوا النَّظَرَ إِلَى الْمَجْذُومِينَ

Artinya:

"Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta" (HR. Bukhari)

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam juga pernah memperingatkan umatnya untuk jangan berada dekat wilayah yang sedang terkena wabah. Sebaliknya, jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar.

Dalam hadis yang lain dijelaskan;

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya:

"Jika kamu mendengar wabah (tha'un) di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada maka jangan tinggalkan tempat itu" (HR. Bukhari).

Dalam tarikh (sejarah) pada 17 Hijriyah sekitar 639 Masehi muncul sebuah wabah penyakit (tha’un) di Amwas, sebuah daerah di Palestina (Syam). Sejarawan muslim klasik hampir tidak ada yang melewatkan peristiwa wabah dahsyat ini.

Saat itu, wabah tha’un yang menyebar di Amwas merupakan penyakit kulit mematikan. Sejenis penyakit kusta atau lepra. Ia berasal dari virus yang awalnya menyerang hewan ternak.

Orang-orang pada zaman itu yang terjangkit kusta atau lepra akan muncul borok di bagian kulitnya. Wabah sangat cepat menyebar ke seluruh negeri Syam. Banyak manusia terjangkit sehingga dalam waktu singkat ribuan jiwa meninggal dunia.

Pada zaman itu, di antara mereka yang menjadi korban adalah Sayidina Abu Ubaidah dan Sayidina Mu’adz bin Jabar, dua sahabat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang sangat masyhur.

Maka dari itu, apabila ada sebuah wilayah di desa, kecamatan, kota, provinsi, atau negara terjangkit penyakit tha'un, wajblah diisolasi atau dikarantina. Tujuannya memutus mata rantai penyebarannya dan Insya Allah tidak menularkan kepada orang lain.

Pada saat penderita diisolasi atau karantina itu, dia akan diperiksa. Selanjutnya dilakukan langkah-langkah pengobatan dengan pengawasan yang sangat ketat. Penderita baru boleh meninggalkan ruang isolasi atau karantina ketika dinyatakan sembuh total.

Tha'un atau wabah sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam merupakan wabah penyakit menular yang mematikan.

Insya Allah jika umat muslim menghadapi hal ini, dalam sebuah hadis disebutkan janji surga dan pahala yang besar bagi siapa saja yang bersabar ketika menghadapi wabah penyakit.

‏ الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya:

"Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim yang meninggal karenanya" (HR. Bukhari)

Termasuk pada masa khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu 'Anhu juga terserang wabah penyakit. Dalam sebuah hadis dikisahkan, Umar bin Khattab Radhiyallahu 'Anhu sedang dalam perjalanan menuju Syam.

Lalu Umar bin Khattab Radhiyallahu 'Anhu mendapatkan kabar wabah penyakit. Hadis yang dinarasikan Abdullah bin 'Amir mengatakan, Umar bin Khattab Radhiyallahu 'Anhu kemudian tidak melanjutkan perjalanan.

أَنَّ عُمَرَ، خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ، فَلَمَّا كَانَ بِسَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّأْمِ، فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ ‏‏‏

Artinya:

"Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam, saat sampai di wilayah bernama Sargh saat itu Umar mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengatakan pada Umar jika Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah berkata: Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu" (HR. Bukhari).

Untuk itu, supaya dijauhkan dari wabah penyakit seperti virus corona atau sejenisnya, selain berdoa, kita juga wajib menjaga kebersihan dan kesehatan badan.

Salah satunya dengan rajin berwudhu. Apabila mengalami demam, sakit tenggorokan atau sesak nafas sebagaimana yang diindikasikan medis tentang virus corona, kita wajib ke puskesmas atau rumah sakit.

Dahsyatnya Al Hijamah (Bekam)

Ada beberapa kalangan yang mengatakan sehat itu mahal. Faktanya, ternyata sehat itu murah dalam Islam. Justru kalau sakit itu sejatinya yang butuh biaya mahal.

Di tengah bencana corona yang melanda saat ini, penting bagi kita untuk melakukan tindakan pencegahan sebelum sakit. Salah satunya adalah dengan mencontoh apa-apa yang sudah diperintahkan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam.

Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh keduanya yaitu kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhari No. 6412).

Sepanjang hidupnya, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah mengalami sakit dua kali. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepadanya di Madinah.

Kedua, saat menjelang wafat. Tentu saja dengan mencontoh pola hidup Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam seharusnya umat Islam tidak perlu khawatir akan kesehatan dirinya.

Setidaknya untuk menangkal virus corona dan menjaga kesehatan, ada banyak hal yang bisa kita lakukan secara rutin sepanjang siang dan malam, di antaranya;

1. Rutin Berbekam

Untuk penyembuhan atau menjaga kesehatan, Said bin Jubir berkata dari Ibn Abbas Radhiyallallahu 'Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara: pertama dengan meminum madu, kedua sayatan alat bekam (al hijamah), dan ketiga dengan terapi besi panas. Dan aku tidak menganjurkan umatku untuk melakukan pengobatan dengan besi panas” (HR. Bukhari)

Selengkapnya silakan Anda Klik Di Sini: Mengapa Sayatan dan Bukan Tusukan

2. Selalu Menjaga Kebersihan

Hal sangat penting dalam menjaga kesehatan adalah menjaga kebersihan. Tempat yang kotor menjadi salah satu sebab timbulnya penyakit.

Islam sangat menganjurkan untuk menjaga kebersihan diri, tempat tinggal, dan berpakaian. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sendiri mengatakan kesucian (kebersihan) itu merupakan sebagian dari iman.

Menjaga kebersihan berarti akan memberi efek positif bagi kesehatan seorang muslim.

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam senantiasa rapi dan bersih, tiap hari Kamis atau Jumat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.

“Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman” (HR. Muslim).

3. Rutin Minum Air Zam-zam

Bagi umat Islam, air zam-zam dikenal sejak zaman Nabi Ibrahim ‘Alahis Salam (tahun 2295 sebelum Masehi). Air yang satu ini memiliki keajaiban dan khasiat yang tidak ditemui dalam air di mana pun.

Terdapat beberapa hadis shahih (kuat) yang menjelaskan mengenai kemuliaan air zam-zam dan keberkahannya. Dalam sebuah hadis shahih, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyebut air zam-zam;

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ

"Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan" (HR. Muslim)

Ditambahkan dalam riwayat Abu Daud (Ath Thoyalisiy) dengan sanad jayyid (bagus) bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengatakan;

وَشِفَاءُ سُقْمٍ

"Air zam-zam adalah obat dari rasa sakit atau obat penyakit" (HR. Abu Daud Ath Thoyalisiy dalam musnadnya No. 459. Dikeluarkan juga oleh Al Haitsamiy dalam Majma’ Az Zawa’id, 3/286 dan Al Hindiy dalam Kanzul ‘Ummal, 12/34769, 3480)

Selengkapnya silakan Anda Klik Di Sini: Inilah Mukjizat Air Zam-zam

4. Rutin Konsumsi Madu

Al Quran atau hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memberikan keterangan akan khasiat madu yang menyembuhkan ini. Dalam surah An Nahl ayat 68-69 Allah Azza Wa Jalla berfirman;

"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada yang demikian terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan bagi mereka yang memikirkan" (QS. An Nahl 68-69).

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menegaskan khasiat madu tersebut dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari;

''Madu adalah penyembuh bagi semua jenis sakit dan Al Qur'an adalah penyembuh bagi semua kekusutan pikiran (sakit pikiran). Maka aku sarankan bagimu kedua penyembuh tersebut, Al Qur'an dan madu".

Selengkapnya silakan Anda Klik Di Sini: Mukjizat Madu Untuk Kesehatan

5. Rutin Konsumsi Habattus Sauda

Dalam Ash Shohihain diriwayatkan hadis dari Ummu Salamah dari Abu Hurairah Radhiyalallahu 'Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda;

“Hendaklah kalian mengonsumsi habbatus sauda’ (jinten hitam) karena di dalamnya terdapat kesembuhan dari setiap penyakit, kecuali saam. Sedangkan saam artinya kematian.”

Imam Bukhari juga meriwayatkan hadis dari Aisyah Radhiyalallahu 'Anha bahwasanya ia mendengar Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda;

”Sesungguhnya habbatus sauda ini merupakan obat bagi setiap penyakit, kecuali saam. Aku bertanya: apakah saam itu? Beliau menjawab: kematian. Dalam hadis riwayat Muslim; "Tidak ada suatu penyakit kecuali penyembuhannya ada di dalam habbatus Sauda".

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengabarkan bahwa habbatus sauda berkhasiat menyembuhkan setiap penyakit. Kata syifa’ (kesembuhan) dalam seluruh hadis disebut tanpa di-ma’rifahkan dengan alif dan lam.

Selengkapnya Silakan Anda Klik Di Sini: Khasiat Jinten Hitam Secara Medis

6. Rutin Konsumsi Minyak Zaitun

Minyak zaitun atau olive oil merupakan minyak yang didapatkan dari buah zaitun (olea europaea). Pohon tradisional dari basin Mediterania.

Minyaknya dapat digunakan untuk memasak, kosmetik, obat herbal, sabun, dan bahan bakar lampu minyak.

Minyak zaitun dianggap sebagai minyak yang sehat karena mengandung lemak tidak jenuh yang tinggi (utamanya asam oleik dan polifenol).

Manfaat minyak zaitun sudah teruji dan terbukti dari zaman ke zaman.

Selengkapnya silakan Anda Klik Di Sini: Khasiat dan Manfaat Minyak Zaitun

7. Rutin Puasa Sunah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda;

ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله إلا باعد الله بذالك وجهه عن النار سبعين خريفا

"Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim" (HR. Bukhari dan Muslim)

Maksud sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam “70 musim” adalah perjalanan 70 tahun sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (6/48).

Puasa sunah merupakan puasa yang tidak diwajibkan, namun jika dilakukan akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah Azza Wa Jalla.

Selengkapnya silakan Anda Klik Di Sini: Karomah Menjalankan Puasa Daud

Dengan langkah-langkah di atas, Insya Allah kita akan diberikan kesehatan yang hakiki sesuai petunjuk Allah Azza Wa Jalla dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Sehingga tidak takut lagi menghadapi ancaman virus corona.

Intinya, menjaga atau mencegah lebih baik dari mengobati. Untuk itu, sebelum sakit wajib bagi kita menjaga kesehatan sesuai petunjuk Allah Azza Wa Jalla, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, alim 'ulama dan para pemimpin bangsa Indonesia (Presiden RI, Gubernur, Walikota, atau Bupati). Wallahu A'lam Bish Shawwab.

Bekam Batam Ruqyah Batam

#AMAN #NYAMAN #STERIL #PAKAIPISAUBEDAH #ANTIJARUMLANCHET #ANTISILET | Pengobatan Khusus Diabetes, Ginjal, dan Jantung | Pengobatan Penyakit Non Medis (Gangguan Sihir: IBLIS/JIN/SETAN) | Head Office: Town House Anggrek Sari Batam Kepri | Branch Head: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi | Tel./SMS/WA (+62) 813-2871-2147 Email: info@bekam.or.id | Melayani Panggilan Antarkota, Dalam & Luar Provinsi, Luar Negeri | Menerima Pasien Rawat Inap dari Dalam & Luar Negeri | Klik: Booking Online | Baca Ulasan: Bekam Jarum Menyelisihi Dalil | Di Sini Penjelasan: Bekam Itu Sayatan dan Bukan Tusukan...!