Apa Itu: Zakat, Infak, Sedekah Featured

Thursday, Apr 23 1408

Zakat, infak, dan sedekah sering kita terdengar di telinga. Sebenarnya istilah tersebut memiliki hakikat dan pengertian yang spesifik. Sehingga perlu dijelaskannya satu per satu.

Sebab pengertian zakat, infak, dan sedekah bukan sinonim dan bahkan dari segi hukum maknanya sangat berbeda. Infak berasal dari bahasa Arab bermakna mengeluarkan atau membelanjakan harta.

Istilah infak dalam bahasa Arab sesungguhnya sangat umum. Intinya hanya mengeluarkan harta atau membelanjakannya. Termasuk untuk kebaikan, donasi, atau sesuatu yang bersifat untuk diri sendiri atau kebutuhan konsumtif.

Sedangkan sedekah merupakan istilah serapan dari bahasa Arab, yakni shadaqoh. Artinya pemberian dari seorang muslim kepada orang lain dengan tujuan mendapatkan pahala dan ridha Allah Azza Wa Jalla.

Pemberian itu bisa berupa barang, jasa, atau berkaitan dengan suatu aktivitas manusia untuk manusia lain. Hal ini didasarkan kepada hadis dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang menyatakan bahwa senyum adalah bagian dari sedekah.

Tidak hanya senyum, memberikan makan kepada fakir miskin atau orang terlantar juga bagian dari sedekah. Sedekah merupakan amal saleh yang diperintahkan Allah. Orang yang gemar bersedekah akan dibalas di dunia dan akhirat dengan balasan yang tidak ternilai.

Sedangkan zakat (Bahasa Arab: زكاة transliterasi: zakah) merupakan harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seseorang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya.

Zakat dari segi bahasa berarti bersih, suci, subur, berkat, dan berkembang. Menurut ketentuan yang ditetapkan syariat, zakat merupakan rukun Islam ketiga dari rukun Islam. Sehingga zakat ini wajib hukumnya dan harus dikeluarkannya.

Di sini akan dijelaskan ancaman dan risiko yang besar bagi orang yang tidak bersedia membayar zakat. Sebagaimana di dalam Al Quran dan hadis dijelaskan imbalan bagi penunai zakat dan ancaman bagi para pembangkang zakat.

Allah Subhanahu Wata ‘Ala berfirman;

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa mereka akan mendapat siksa yang pedih” (QS. At Taubah: 34)

Maksud menafkahkan di jalan Allah dalam ayat di atas adalah mengeluarkan zakat. Di antara siksaan pedih tersebut adalah tubuh orang yang tidak mau membayar zakat akan dibakar dengan batu-batu dan besi yang dipanaskan di dalam neraka jahanam.

Al Ahnaf ibn Qais Radliyallahu ‘Anhu berkata;

كُنْتُ فِيْ نَفَرٍ مِنْ قُرَيْشٍ فَمَرَّ أَبُوْ ذَرٍّ فَقَالَ: بَشِّرِ الْكَانِزِيْنَ بِكَيٍّ فِيْ ظُهُوْرِهِمْ يَخْرُجُ مِنْ جُنُوْبِهِمْ وَبِكَيٍّ فِيْ أَقْفَائِهِمْ يَخْرُجُ مِنْ جِبَاهِهِمْ

“Saya pernah berada di antara kaum Quraisy. Kemudian Abu Dzar lewat dan berkata: Sampaikanlah berita gembira pada orang-orang yang menyimpan hartanya (tidak mau membayar zakat) bahwa punggung mereka akan disulut hingga keluar dari lambungnya dan tengkuk mereka dicor (bara api neraka) hingga keluar dari keningnya” (HR. Bukhari)

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Abu Dzar Radliyallahu ‘Anhu berkata;

بَشِّرْ الْكَانِزِينَ بِرَضْفٍ يُحْمَى عَلَيْهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ ثُمَّ يُوضَعُ عَلَى حَلَمَةِ ثَدْيِ أَحَدِهِمْ حَتَّى يَخْرُجَ مِنْ نُغْضِ كَتِفِهِ وَيُوضَعُ عَلَى نُغْضِ كَتِفِهِ حَتَّى يَخْرُجَ مِنْ حَلَمَةِ ثَدْيِهِ يَتَزَلْزَلُ

“Sampaikanlah berita gembira pada orang-orang yang menyimpan hartanya (tidak mau membayar zakat) bahwa batu-batu yang dipanaskan di neraka Jahannam akan diletakan di puting mereka hingga keluar dari pundaknya dan diletakan di pundaknya hingga keluar dari puting kedua dadanya hingga membuat tubuhnya menggelepar tidak karu-karuan” (HR. Bukhari)

Dan jika harta yang wajib dizakati berupa binatang, si pembangkang zakat itu akan menerima amukan dan injakan binatang piaraannya. Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

ما من صاحب إبل ولا بقر ولا غنم لا يؤدي زكاتها إلا جاءت يوم القيامة أعظم ما كانت وأسمنه تنطحه بقرونها وتطؤه باظلافها كلما نفدت اخراها عادت عليه اولاها حتى يقضى بين الناس

“Tidak ada pemilik unta, sapi, dan kambing yang tidak membayar zakatnya kecuali binatang-binatang tersebut datang di hari kiamat dengan postur yang sangat besar dan sangat gemuk yang mengamuki pemiliknya dengan tanduk-tanduk mereka dan menginjak-nginjaknya dengan kaki mereka. Ketika binatang yang paling belakang habis maka yang depan kembali lagi padanya hingga pemutusan hisab selesai di antara manusia” (HR. Muslim)

Bukan hanya di akhirat saja sanksi bagi para pembangkang zakat. Di dunia juga ada sanksinya, yaitu, pemerintah yang berwenang diperkenankan mengambil paksa zakat yang harus dibayarkan dan memberi hukuman pada pelaku agar jera.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Al Qaffal dalam kitab Hilyatul Ulama’ fi Ma’rifati Madzahibul Fuqaha’;

وإن امتنع من إخراج الزكاة بخلا أخذت منه وعزر

“Jika pemilik harta tidak mau membayar zakat sebab bakhil (kikir) maka zakat diambil paksa darinya dan ia berhak di-ta’zir” (Abu Bakar Al Qaffal, Hilyatul Ulama’ fi Ma’rifati Madzahibul Fuqaha’, Beirut, Dar Al Fikr, cetakan kedua, 2004, jilid 3 halaman 10).

Itulah sebagian ancaman dan hukuman bagi orang-orang yang wajib membayar zakat namun tidak bersedia membayarnya. Jika alasan tidak mau membayar zakat itu didasari pengingkaran terhadap kewajiban zakat maka dia dihukumi murtad. Na’udzubillah min dzalik.

Hal ini sebagaimana yang telah disampaikan Syekh Muhyiddin An Nawawi;

وجوب الزكاة معلوم من دين الله تعالى ضرورة فمن جحد وجوبها فقد كذب الله وكذب رسوله صلى الله عليه وسلم فحكم بكفره

“Kewajiban zakat adalah ajaran agama Allah Ta ’Ala yang diketahui secara pasti. Sehingga, orang yang mengingkari kewajiban zakat sesungguhnya telah mendustakan Allah Ta ’Ala dan mendustakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sehingga dia dihukumi kufur” (Muhyiddin An Nawawi, Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, Mesir Al Muniriyah, cetakan kedua, 2003, jilid V, halaman 331)

Bekam Batam Ruqyah Batam

#AMAN #NYAMAN #STERIL #PAKAIPISAUBEDAH #ANTIJARUMLANCHET #ANTISILET | Pengobatan Khusus Diabetes, Ginjal, dan Jantung | Pengobatan Penyakit Non Medis (Gangguan Sihir: IBLIS/JIN/SETAN) | Head Office: Town House Anggrek Sari Batam Kepri | Branch Head: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi | Tel./SMS/WA (+62) 813-2871-2147 Email: info@bekam.or.id | Melayani Panggilan Antarkota, Dalam & Luar Provinsi, Luar Negeri | Menerima Pasien Rawat Inap dari Dalam & Luar Negeri | Klik: Booking Online | Baca Ulasan: Bekam Jarum Menyelisihi Dalil | Di Sini Penjelasan: Bekam Itu Sayatan dan Bukan Tusukan...!