Monday, Apr 15

Bersandar Pada Setangkai Daun Kuburan Featured

    Bersandar pada setangkai daunBersandar pada setangkai daun

    Sejak kutinggalkan kota di mana aku dilahirkan, ada sesuatu yang terus menjadi inspirasi untuk menuangkan beberapa cerita dan kisah sejati.

    Mungkin tidak pernah tergambar dalam benak kita tentang apa yang akan terjadi esok, dan entah kapan esok akan menjumpai kita lagi.

    Aku menyudahi sarapan pagi, kulihat waktu telah menunjukkan pukul 9.30 pagi. Sebentar aku keluar menuju halaman depan rumah, kulihat langit dan gumpalan awan biru menggulung-gulung di angkasa.

    Sebentar saja aku bercakap-cakap dengan Tuhan, dalam perjumpaanku sejenak, ya barangkali cuma lima menit.

    Tolol, kataku... aku berguman sendiri, kenapa hanya sebentar saja aku berbicara dengan-Nya, padahal Dia adalah kekasih yang hakiki dan sejati?

    Sementara kita bercerita sampai berjam-jam dan hanya menghabiskan segelas kopi atau teh dan pembicaraan yang tidak lain hanya menuai asap yang tidak menghasilkan apa-apa?

    Mungkin beginilah cara kita untuk membagi antara yang gaib dengan yang nyata. Merumuskan yang gaib menjadi nyata dan menyatakan bahwa yang gaib itu lebih bersifat ruhani.

    Tetapi jangan salah dengan apa-apa yang akan terjadi Esok, sebab Esok pun merupakan hal gaib yang mana kita tidak dapat mengetahuinya bahkan memastikannya.

    Inilah awal sebuah akhir dari perjalanan itu yang manusia menjuluki sebagai dewa kematian. Kutinggalkan sejenak teman kecilku, aku tidak pernah melupakan dia walaupun aku selalu merasa seorang diri.

    Dia sangat melekat dan memberi petuah-petuah agar aku selalu berjalan dan jangan menoleh ke belakang. Katanya, lihatlah ke depan, tengok kanan kiri, maju dengan kaki melangkah sebelah kanan, luruskan pandanganmu ke depan.

    Yakini apa-apa yang telah kamu niatkan dengan ikhlas, jangan ragu dan silau dengan cahaya yang menyorot matamu, jangan hiraukan panas yang menyengat tubuhmu dan membakar wajahmu.

    Lihatlah rambu-rambu dengan seksama. Dan engkau wajib lapor untuk setiap desahan nafasmu, agar engkau selamat dan diselamatkan. Kata-kata itu selalu menyemangatiku, kata temanku yang selalu ada di sisiku. Wajar saja kalau dia selalu cerewet dan bisa dibilang ribet.

    Tetapi jujur saja aku suka dengan nasihat-nasihatnya, dan aku pun sudah melakukan sejak dini.

    Bismillah, dengan asma Allah, sebuah kalimat sederhana yang sangat agung dan memiliki esensi luar biasa, mencakup segala aspek dan mengafani seluruh raga dan sukma.

    Dan hatinya selalu tertaut dengan bismillah, bibirnya basah dengan bismillah, hidungnya beraroma dengan bismillah, kedua telapak tangannya sejuk dan memberi perdamaian untuk setiap yang disentuhnya.

    Matanya yang tajam dan penuh cahaya bismillah. Kakinya yang kuat disinari bismillah, bekas telapak kakinya menyala karena bismillah. Bismillah untuk seluruh perbuatan yang akan kita lakukan. (Menyibak Keheningan Alam Kubur)

    Bekam Batam Ruqyah Batam Bengkel Manusia Indonesia

    Bekam Batam Ruqyah Batam Bengkel Manusia Indonesia Bukan Sembarang Bekam...! sangat profesional, ahli, dan berpengalaman selama 30 tahun mengobati penyakit medis, seperti diabetes, ginjal, jantung, stroke, migrain & selainnya. Untuk penyakit gaib di antaranya akibat gangguan iblisjinsyaithonad dajjalal ’ainsihirblack magic atau selainnya klik: www.ruqyah.or.id | Klik: Daftar Pasien Online | Call (+62) 813-2871-2147 Email: info[at]bekam.or.id | Office: Town House Anggrek Sari Blok G-2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Batam, Indonesia | Google map klik: https://goo.gl/maps/eTQn6pjiMaBgfT2K8 | Branch Head: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Pekanbaru | Melayani Panggilan di Seluruh Kota di Dalam dan Luar Negeri | Baca Ulasan: Bekam Jarum Menyelisihi Dalil | Di Sini Penjelasan: Bekam Itu Sayatan dan Bukan Tusukan | Kata mereka setelah bekam (ruqyah) di Bengkel Manusia Indonesia Bukan Sembarang Bekam...! klik di sini:  https://www.bekam.or.id/kata-mereka.html | Anda ingin menyalurkan dam, zakat mal, hadiah, infak, sedekah, hibah, nazar, atau yang lainnya Anda bisa menitipkannya melalui rekening BCA 579-0159-154 (konfirmasi) atau kunjungi Yayasan An Nubuwwah Batam atau www.an-nubuwwah.or.id