Persiapan Sebelum Ramadan Tiba Featured

Saturday, Apr 18 1770
Alhamdulillah Ramadan Kareem Alhamdulillah Ramadan Kareem

Kehadiran bulan Ramadan bagi umat muslim akan disambut dengan rasa sukacita dan penuh rasa syukur. Hal ini karena bulan Ramadan merupakan bulan keberkahan, rahmat, dan ampunan.

Sehingga seorang muslim akan berlomba-lomba memperbanyak amalan sebagai sarana menjadi orang yang muttaqin. Sudah sepatutnya kita melakukan persiapan menyambut Ramadan.

Hal ini dilakukan agar Ramadan 1441 Hijriah ini benar-benar memiliki nilai yang tinggi dan dapat menjadikan kita orang yang bertakwa. Meski saat ini kita menjalankan ibadah Ramadan di tengah wabah virus corona (COVID-19).

Persiapan menyambut Ramadan sangat perlu dilakukan dengan melakukan sesuatu hal yang baik. Bagaimana persiapan menyambut Ramadan yang baik?

Berikut ini www.bekam.or.id telah merangkumnya dari berbagai sumber terkait persiapan menyambut Ramadan 1441 Hijriah.

Berdoa Kepada Allah Azza Wa Jalla

Doa merupakan ibadah. Dengan berdoa para hamba mengomunikasikan harapan dan hajat kepada Allah Azza Wa Jalla. Doa di sini memohon kepada Allah agar dikarunia keberkahan umur panjang untuk dapat menjalankan Ramadan.

Pada persiapan menyambut Ramadan, perbanyak berdoa kepada Allah agar selalu dipertemukan dengan Ramadan tahun-tahun berikutnya. Selain itu berdoa supaya seluruh Ramadan tahun sebelumnya diterima Allah.

Tidak ada yang bisa menjamin kita bisa sampai kepada bulan Ramadan selanjutnya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya selalu berdoa agar dipertemukan dengan Ramadan.

Intinya doa memohon agar diberikan kekuatan, kemudahan, dan taufik-Nya supaya dapat menjalankan Ramadan dengan beragam ibadah, amal saleh, dan ketaatan kepada Allah.

Sambut dengan Gembira

Persiapan menyambut Ramadan perlu disambut dengan bersukacita dan bergembira. Sebab Ramadan datang membawa rahmat, ampunan, dan pembebasan dari neraka.

Selain itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan (lailatul qadar) dan beragam keutamaan lainnya. Oleh karena itu, buat para pecinta dan perindu kebaikan pasti senang dan bersukacita dengan kedatangannya.

Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassallam selalu menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat jika Ramadan akan datang. Beliau melakukannya agar mereka termotivasi memanfaatkan momen Ramadan dan berusaha mendapatkan keutamannya.

Biasanya kabar gembira yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassallam ini berupa penjelasan keistimewaan dan keutamaan bulan Ramadan.

Oleh karena itu, sebagai umat yang sadar dengan berbagai kelemahan, kekurangan, dan kelalaian dalam ibadah selama ini, kita wajib bersukacita dengan kedatangan Ramadan. Sebab melalui Ramadan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri dan iman.

Taubat Nasuha

Persiapan menyambut Ramadan lainnya adalah dengan bertaubat dari dosa dan maksiat. Hal ini perlu dilakukan karena akan melakukan berbagai ibadah dan ketaatan kepada Allah. Sementara dosa dan maksiat dapat menghalangi seseorang dari ketaatan.

Dosa dan maksiat mengotori dan menutupi hati. Jika hati tertutupi oleh dosa dan maksiat akan berat melakukan ibadah dan amal saleh. Oleh karena itu untuk membersihkan hati dari noda dosa dan maksiat dengan memperbanyak taubat dan mengamalkan sayyidul istighfar.

Taubat yang sebenar-benarnya adalah taubatan nasuha. Yaitu dengan meninggalkan dan menyesali dosa pada masa lalu serta memiliki tekad yang kuat untuk tidak lagi mengulangi dosa.

Membayar Puasa Tahun Lalu

Melakukan qadha puasa sesegera mungkin sebelum datang Ramadan berikutnya. Menunda qadha puasa dengan sengaja tanpa ada uzur syar’i hingga masuk Ramadan berikutnya adalah dosa. Maka kewajibannya adalah tetap meng-qadha dan ditambah kewajiban membayar fidyah menurut sebagian ulama.

Perencanaan Target

Dalam menyambut bulan Ramadan adalah dengan persiapan dan perencanaan target. Ini memang bersifat teknis, namun sangat penting. Karena dengan persiapan dan perencanaan yang baik sangat membantu memaksimalkan ibadah dan amal saleh pada bulan Ramadan.

Misalnya mempersiapkan dan merencanakan target untuk membaca (khatam) Alquran 30 juz atau mengahapalnya. Hal ini penting, untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas bacaan Alquran di bulan Ramadan.

Ilmu Sebelum Beramal

Sangat wajib berilmu sebelum beramal. Ilmu ini dipentingkan sebelum beramal, karena syarat diterimanya amal setelah ikhlas adalah mutaba’ah, yaitu amal harus benar dan sesuai dengan syariat dan contoh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam.

Oleh karena itu, untuk menyambut Ramadan dengan ilmu, kamu perlu menyegarkan kembali pelajaran tentang fiqh ibadah pada bulan Ramadan. Misalnya dengan fiqh puasa, salat tarawih, zakat, sedekah, atau ibadah-ibadah lainnya.

Bersihkan Penyakit Hati

Dendam dan hasad atau dengki merupakan sifat yang buruk dab tercela. Terbebas dari sifat tercela adalah ciri-ciri orang beriman dan bertakwa. Terbebas dari sifat pendendam merupakan salah satu tanda penghuni surga.

Begitu juga dengan sifat iri hati dan dengki atau hasad yang merupakan sifat buruk yang sangat berbahaya. Sifat ini bisa menghapuskan amalan kebaikan bagai api yang melahap kayu bakar.

Oleh karena itu, seorang muslim hendak membersihkan dirinya dari sifat buruk ini sebelum memasuki bulan Ramadan. Agar saat memasuki bulan mulia tersebut hatinya yang bersih dan lapang.

Menjaga Kesehatan

Menyambut Ramadan adalah dengan mempersiapkan kondisi fisik dengan menjaga kesehatan. Persiapan fisik agar tetap sehat dan kuat selama Ramadan sangat penting. Kesehatan merupakan modal utama dalam beribadah.

Jika diri kita sehat maka sudah tentu akan melakukan ibadah dengan baik dan sempurna. Namun sebaliknya, jika sakit maka ibadahnya akan terganggu. Menjaga kesehatan salah satunya dengan makan bergizi, istirahat cukup, olahraga, atau berbekam.

Ramadan di Tengah Wabah

Bisa jadi suasana Ramadan 1441 Hijriah (2020 M) tak seindah sebelumnya. Mengingat wabah corona (COVID-19) hampir menyerang seluruh penduduk di dunia. Kita tidak bisa berkumpul di masjid untuk salat Tarawih.

Pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa supaya masyarakat muslim beribadah di rumah masing-masing selama wabah corona. Selaku muslim yang taat, kita wajib menaati 'ulil amri supaya ibadah kita aman dan selamat.

Jaga Lisan

Menjaga lisan itu sangat sulit. Dengan lisan seorang hamba dapat tergelincir ke neraka. Salah satu supaya lisan terjaga adalah memperbanyak zikir dan menyendiri (merenung). Jika kita sendirian, sudah pasti kita tidak akan berbicara sendiri.

Lisan tidak terjaga karena kita sering berkumpul untuk hal yang sia-sia. Terkecuali kita berkumpul untuk tholabul 'ilmi, tadarusan, zikir, atau ketaatan lainnya. Terlebih sering nongkrong ke tetangga atau "nonggo" maka hal ini rawan lisan kita tidak terkontrol.

Supaya selamat lisan kita maka sebaiknya diam. Jika tidak bisa berkata baik-baik maka cukup diam. Karena dengan diam semuanya akan selamat dan terjaga situasi di sekitar kita menjadi aman.

Untuk menjaga lisan supaya selamat perbanyak membaca buku-buku yang bermanfaat, khususnya bab agama. Selain itu, apabila setiap saat kita membaca Alquran tentu saja akan menjadikan lisan kita selamat. Wallahu A'lam Bish Shawwab.

Bekam Batam Ruqyah Batam

#AMAN #NYAMAN #STERIL #PAKAIPISAUBEDAH #ANTIJARUMLANCHET #ANTISILET | Pengobatan Khusus Diabetes, Ginjal, dan Jantung | Pengobatan Penyakit Non Medis (Gangguan Sihir: IBLIS/JIN/SETAN) | Head Office: Town House Anggrek Sari Batam Kepri | Branch Head: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi | Tel./SMS/WA (+62) 813-2871-2147 Email: info@bekam.or.id | Melayani Panggilan Antarkota, Dalam & Luar Provinsi, Luar Negeri | Menerima Pasien Rawat Inap dari Dalam & Luar Negeri | Klik: Booking Online | Baca Ulasan: Bekam Jarum Menyelisihi Dalil | Di Sini Penjelasan: Bekam Itu Sayatan dan Bukan Tusukan...!