Ya’juz dan Ma’juz Bagian (1)

Monday, 18 March 2019 22:38 Written by  Published in Religi Read 1961 times

Hari kiamat barangkali sudah dekat waktunya. Hanya saja Allah-lah Yang Maha Mengetahui kapan hari kiamat akan terjadi. Alquran dan hadis sudah menjelaskan secara khusus dan panjang lebar mengenai kiamat.

Umat muslim yang hidup jauh dari Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam harus mengimani tentang adanya hari kiamat. Sebab hal ini merupakan bagian dari rukun iman yang harus diyakini sepenuh hati.

Rukun iman (1) beriman kepada Allah; (2) beriman kepada malaikat; (3) beriman kepada Alquran; (4) beriman kepada rasul-rasul; (5) beriman kepada hari kiamat; (6) beriman kepada qadha & qadar.

Allah Subhanahu Wata ’Ala berfirman;

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Mereka bertanya kepadamu tentang kiamat, ‘Kapankah terjadinya? Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui’ (QS. Al A’raaf 187)

Di dalam firman yang lain;

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah. Dan tahukah kamu wahai (Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya (QS. Al Ahzab 63)

Demikian juga dengan malaikat Jibril ‘Alahis Salam dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam, mereka tidak tahu kapan terjadinya hari berbangkit itu. Sebagaimana ketika malaikat Jibril bertanya kepada rasulullah;

مَا الْمَسْئُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ ؟ فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ

Jibril bertanya: “Kabarkanlah kepadaku, kapan terjadi kiamat?” Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui daripada orang yang bertanya” (HR. Muslim No. 2, 3, 4, 8 | HR. Abu Dawud No. 4605 & 4697 | HR. At Tirmidzi No. 2610 | HR. Ibnu Majah No. 63 | HR. Ahmad I/52)

Walau disebutkan hari kiamat akan terjadi hari Jumat, namun umat Islam tidak pernah diberitahu kapan tanggalnya, jamnya, dan tahunnya. Boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat? Maka bersiaplah untuk menghadapinya.

Dari Aus bin ‘Aus, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda;

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ

“Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Di hari itu, Adam diciptakan, di hari itu Adam meninggal, di hari itu tiupan sangkakala pertama dilaksanakan, di hari itu juga tiupan kedua dilakukan” (HR. Abu Daud No. 1047 | HR. An Nasa’i No. 1374 | Ibnu Majah No. 1085 | HR. Ahmad 4)

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda;

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِيْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

“Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari Jumat Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jumat itu juga dia dikeluarkan dari surga. Hari kiamat (berbangkit) tidaklah terjadi kecuali pada hari Jumat” (HR.  Muslim No. 854)

Walau demikian, Allah sudah memberitahukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tentang tanda-tandanya. Para ulama membagi waktu kiamat menjadi dua; kiamat dengan tanda-tandanya kecil (shugra) dan kiamat dengan tanda-tanda yang besar (kubra).

Untuk tanda-tanda kecil sudah terjadi sejak zaman dahulu dan akan terus terjadi. Di antaranya wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, munculnya banyak fitnah, munculnya fitnah dari arah timur (Iraq), timbulnya firqah (kelompok) Khawarij, dan munculnya orang yang mengaku sebagai nabi.

Selain itu, tanda kiamat kecil adalah hilangnya amanah, diangkatnya ilmu dan merajalelanya kebodohan, banyaknya perzinaan, banyak orang yang minum khamr minuman keras, merebaknya perjudian, masjid-masjid dihias, banyak bangunan yang tinggi, budak melahirkan tuannya, serta banyaknya pembunuhan.

Termasuk banyaknya kesyirikan, banyaknya orang yang memutuskan silaturrahim, banyaknya orang yang bakhil (kikir), wafatnya para ulama dan orang-orang shalih, banyaknya wanita yang berpakaian tetapi telanjang, dan lain-lainnya merupakan tanda-tanda kiamat kecil.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam;

اُعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ: مَوْتِيْ، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيْكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ، ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِيْنَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا، ثُمَّ فِتْنَةٌ لاَ يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ الْعَرَبِ إِلاَّ دَخَلَتْهُ، ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُوْنُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي اْلأَصْفَرِ، فَيَغْدِرُوْنَ فَيَأْتُوْنَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِيْنَ غَايَةً، تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اِثْنَا عَشَرَ أَلْفًا

“Perhatikanlah enam tanda-tanda hari kiamat: wafatku, penaklukkan Baitul Maqdis, wabah kematian (penyakit yang menyerang hewan sehingga mati mendadak) yang menyerang kalian bagaikan wabah penyakit qu’ash yang menyerang kambing, melimpahnya harta hingga seseorang yang diberikan kepadanya 100 dinar dan dia tidak rela menerimanya, timbulnya fitnah yang tidak meninggalkan satu rumah orang Arab pun melainkan pasti memasukinya, dan terjadinya perdamaian antara kalian dengan bani Asfar (bangsa Romawi), namun mereka melanggarnya dan mendatangi kalian dengan 80 kelompok besar pasukan. Setiap kelompok itu terdiri dari 12.000 orang” (HR. Al Bukhari No. 3176)

Sabda Rasulullah;

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, dan merajalelanya perzinaan” (HR. Al Bukhari No. 78)

Beriman tentang hari kiamat, merupakan rukun iman yang wajib diyakini. Rasulullah menyebutkan tanda-tanda kiamat yang besar (kubra) antara lain keluarnya Imam Mahdi, Dajjal, turunnya nabi ‘Isa ‘Alaihis Sallam dari langit, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, dan lainnya.

Sabda Rasulullah;

إِنَّ السَّاعَةَ لاَ تَكُوْنُ حَتَّى تَكُوْنَ عَشْرُ آيَاتٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ فِي جَزِيْرَةِ الْعَرَبِ، وَالدُّخَانُ، وَالدَّجَّالُ، ودَابَّةٌ، وَيَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ، وَطُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ، وَنُزُوْلُ عِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ

“Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tandanya; (1) penenggelaman permukaan bumi di timur, (2) penenggelaman permukaan bumi di barat, (3) penenggelaman permukaan bumi di jazirah Arab, (4) keluarnya asap, (5) keluarnya Dajjal, (6) keluarnya binatang besar, (7) keluarnya Ya’juj wa Ma’juj, (8) terbitnya matahari dari barat, dan (9) api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang menggiring manusia, serta (10) turunnya ‘Isa bin Maryam Alaihissallam” (HR. Muslim No. 2901 | HR. Abu Dawud No. 4311 | HR. At Tirmidzi No. 2183) | HR. Ibnu Majah No. 4055 | HR. Imam Ahmad IV/6)

Tembok Ya’juz dan Ma’juz

Allah Subhanahu Wata ‘Ala berfirman;
 
حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ

“Hingga apabila dibukakan tembok (dinding) Ya’juj dan Ma’juj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. Mereka berkata: Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim”(QS. Al Anbiya 96-97)

Rasulullah bersabda;

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ عَنْ خَالِدٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ طَافَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى بَعِيرِهِ وَكَانَ كُلَّمَا أَتَى عَلَى الرُّكْنِ أَشَارَ إِلَيْهِ وَكَبَّرَ وَقَالَتْ زَيْنَبُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فُتِحَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ وَعَقَدَ تِسْعِينَ

“Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad, telah menceritakan kepada kami Abu Amir Abdul Malik bin Amru, telah menceritakan kepada kami Ibrahim dari Khalid dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melakukan thawaf dengan tetap berada di atas untanya. Dan setiap kali beliau sampai di Rukun Yamani beliau memberi isyarat kepadanya dan bertakbir. Kemudan Zainab berkata: Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda; ‘Benteng (dinding) yang menghalangi Ya’juj dan Ma’juj itu dibuka seperti ini, lalu beliau membentuk jari-jemarinya dengan angka sembilan puluh” (HR. Bukhari No. 4883)

Sabda Rasulullah;

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحٍ يَعْنِي ابْنَ كَيْسَانَ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ حَدَّثَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ زَيْنَبَ بِنْتَ أَبِي سَلَمَةَ أَخْبَرَتْ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ قَالَتْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا فَزِعًا يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدْ اقْتَرَبَ فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذَا قَالَ وَحَلَّقَ بِأُصْبُعَيْهِ الْإِبْهَامِ وَالَّتِي تَلِيهَا قَالَتْ زَيْنَبُ بِنْتُ جَحْشٍ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ قَالَ نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ

“Telah menceritakan kepada kami Ya’qub, telah menceritakan kepada kami ayahku dari Shalih (yakni Ibnu Kaisan), Ibnu Syihab berkata, telah menceritakan kepadaku Urwah bin Zubair bahwa Zainab binti Abu Salamah mengabarkan dari Ummu Habibah binti Abu Sufyan dari Zainab binti Jahsy, dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menemuinya dalam keadaan terkejut seraya bersabda: Laa ilaaha illallah (Tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah), celakalah orang-orang Arab dari keburukan yang telah dekat, hari ini telah dibukakan dinding pemisah antara Ya’juj dan Ma’juj seperti ini. Dia berkata, kemudian beliau melingkarkan kedua jarinya, yaitu ibu jari dengan jari telunjuk. Zainab binti Jahsy berkata: Lalu aku pun bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita akan dibinasakan padahal ada orang-orang shalih di tengah-tengah kita? Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab: Ya, apabila kerusakan sudah merajalela” (HR. Ahmad Nomor 26146) (Tulisan bagian pertama)

Bengkel Manusia Bukan Sembarang Bekam...!

Berdiri Sejak 1999 | Pengobatan Diabetes, Ginjal, Jantung, Skizofrenia, Medis/Non Medis (Gangguan Gaib/Sihir) & Lain-lain | #STERIL #PISAUBEDAH #ANTIJARUM #ANTISILET | Alamat Pusat: Town House Anggrek Sari Blok G/2 Batam Kepulauan Riau Indonesia | Cabang: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi | Tel./SMS/WA (+62) 813-2871-2147 Email: info@bekam.or.id | Melayani Panggilan Antarkota Dalam & Luar Provinsi - Luar Negeri | Menerima Pasien Rawat Inap dari Dalam dan Luar Negeri | Reservasi: Klik Di Sini...!