Keajaiban Terapi Oksidan Featured

Sunday, 13 May 2018 20:14 Written by  Published in Ilmiah Read 1722 times

Pengobatan bekam atau hijamah atau terapi oksidan semakin meramaikan dunia kesehatan di Indonesia.

Tidak hanya di Indonesia, di Amerika Serikat metode terapi oksidan sudah dilakukan oleh beberapa artis ternama di Hollywood.

Di antaranya aktris Demi Moore dan Gwyneth Paltrow. Termasuk Britney Spears yang pernah diterapi oksidan oleh Dokter Petra Zizenbacher dari Vienna Austria.

Petra adalah ahli pengobatan herbal yang menerapkan metode terapi oksidan (cupping) dan lintah (leech therapy).

Apa itu terapi oksidan? Pengobatan yang menawarkan penyembuhan berbagai macam penyakit. Harganya terjangkau dibandingkan pengobatan medis konvensional.

Pengobatan terapi oksidan berasal dari Timur Tengah. Kata terapi oksidan sendiri merupakan terjemahan dari kata hijamah dalam Bahasa Arab yang merupakan asal kata dari al hajmu yang berarti menerapi oksidan.

Pemaknaan al hijamah atau terapi oksidan diartikan sebagai penghisapan darah dengan alat menyerupai tabung. Yakni mengeluarkan darah dari permukaan kulit dengan penyayatan bukan tusukan pakai jarum.

Dengan melakukan penghisapan atau vakumisasi maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan atau kop. Sehingga terjadi drainase (pengaliran) cairan tubuh berlebih (darah kotor) disertai toksin.

Selanjutnya terapi oksidan menghilangkan perlengketan atau adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah kaya oksigen (bersih) ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.

Terapi oksidan merupakan metode pengobatan mukjizat yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit.

Seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migrain, vertigo, anxietas (kecemasan) dan penyakit umum bersifat fisik, atau mental.

Terapi oksidan dibedakan melalui dua jenis, yakni terapi oksidan kering (hijamah jaffah) dan terapi oksidan basah (hijamah rotbah).

Proses terapi oksidan kering hanya dilakukan penghisapan permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah. Terapi oksidan kering untuk melegakan sakit secara sementara.

Bisa juga digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik atau penyakit-penyakit penyebab kenyerian punggung.

Proses terapi oksidan jenis ini dilakukan setelah melakukan terapi oksidan kering kemudian dilanjutlan dengan menggores permukaan kulit dengan pisau bedah steril (bukan dengan jarum lanchet) sedalam 0,09 milimeter.

Kemudian dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah. Darah yang keluar merupakan darah mengandung radikal bebas. Lamanya setiap hisapan tiga sampai empat menit.

Meskipun ilmu medis Timur sudah mengenal teknik cupping (kop), mereka melakukannya tanpa mengeluarkan darah. Ilmu medis Barat mengamini kemasyhuran teknik cupping yang sangat membumi ini.

Medis Timur dan Barat belum mau mengkaji manfaat dan tujuan dari pengeluaran darah yang terdapat pada terapi oksidan. Berbeda lagi dengan pernyataan peneliti dari Damaskus yang menyatakan terdapat manfaat kesehatan dari pengeluaran darah dari terapi oksidan.

Para pelaku medis dikejutkan pernyataan ilmuwan Damaskus, Muhammad Amin Syaikhu dalam artikel ilmiahnya yang luar biasa tentang terapi oksidan dan rahasia umum tentang mekanisme kesembuhan yang diperoleh dari terapi oksidan.

Yakni dibersihkannya tubuh dari darah rusak yang menghambat berjalannya fungsi-fungsi dan tugas-tugas tubuh secara sempurna. Sehingga tubuh menjadi mangsa empuk bagi berbagai penyakit.

Darah yang keluar melalui proses terapi oksidan dilihat dari hasil penelitian laboratorium darah. Berdasarkan penelitian itu, terlihat hal-hal sebagai berikut;

Bahwa darah terapi oksidan mengandung sepersepuluh kadar sel darah putih (lekosit) yang ada di dalam darah biasa. Hal tersebut terlihat dalam seluruh kasus yang diteliti, tanpa ada pengecualian.

Fakta ini menunjukkan bahwa terapi terapi oksidan tetap melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan

Adapun eritrosit (sel darah merah), semua sel darah merah memiliki bentuk yang tidak normal, artinya sel-sel tersebut tidak mampu melakukan aktifitas.

Di samping juga menghambat sel-sel lain yang masih muda dan aktif. Hal tersebut mengindkasikan bahwasanya proses terapi oksidan membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi dengan tetap mempertahankan sel-sel darah putih di dalam tubuh

Kapasitas ikatan zat besi dalam darah terapi oksidan tinggi sekali (550 sampai 1.100), satu hal yang menunjukkan bahwa terapi oksidan mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan dengan terapi oksidan sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam pembentukan sel-sel muda yang baru.

Apa respons dari medis Barat tentang khasiat terapi oksidan? Akhir-akhir ini penelitian tentang metode terapi oksidan atau cupping banyak dilakukan.

Penelitian meliputi mekanisme penyembuhan, cara kerja, dan manfaat kesehatan dari terapi oksidan. Salah satu penelitian yang mengemuka yang dilakukan oleh Dokter Amir Muhammad Sholih.

Dia adalah dosen tamu di Universitas Chicago Amerika Serikat. Amir pernah meraih penghargaan di Amerika Serikat bidang pengobatan natural dan bagian dari anggota organisasi pengobatan alternatif di Amerika Serikat.

Menurut Amir, terapi oksidan sedang dan sudah dipelajari pada kurikulum kedokteran di Amerika. Ini dilatarbelakangi dengan fenomena pengobatan terapi oksidan yang terbukti bermanfaat.

Alasannya orang yang melakukan pengobatan dengan terapi oksidan dirangsang pada titik saraf tubuh seperti halnya pengobatan akupuntur.

Yang membedakan terapi terapi oksidan dengan terapi akupunktur adalah pada terapi tusuk jarum reaksi yang dihasilkan hanyalah sebatas perangsangan. Sedangkan terapi oksidan selain proses perangsangan terjadi juga proses pergerakan aliran darah.

Demikian halnya dengan dokter Ahmad Abdus Sami, Kepala Divisi Hepatologi Rumah Sakit Angkatan Darat Mesir. Ia mengemukakan riset membuktikan pembuangan darah dalam terapi oksidan mampu memulihkan reaksi pengobatan menjadi lebih cepat.

Sehingga terapi oksidan bisa diterapkan sebagai terapi pendamping pengobatan medis. Hasil percobaan yang pernah dilakukan dokter Amir kepada pasien terinveksi virus Hepatitis C dan memiliki kadar besi cukup tinggi dalam darahnya.

Setelah pasien diterapi terapi oksidan dan diberi obat interferon dan riboviron memiliki reaksi positif dan kekebalan meningkat. Padahal sebelum diterapi oksidan reaksi terhadap obat tersebut hampir tidak bereaksi.

Walau demikian, masih sedikit sekali yang bersedia melakukan terapi ini. Mengapa, ini persoalan keyakinan. Termasuk umat Islam yang masih banyak menyepelekan kedahsyatan terapi oksidan.

Landasan Hadis

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ عَنْ حُصَيْنِ بْنِ أَبِي الْحُرِّ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَعَا الْحَجَّامَ فَأَتَاهُ بِقُرُونٍ فَأَلْزَمَهُ إِيَّاهَا قَالَ عَفَّانُ مَرَّةً بِقَرْنٍ ثُمَّ شَرَطَهُ بِشَفْرَةٍ فَدَخَلَ أَعْرَابِيٌّ مِنْ بَنِي فَزَارَةَ أَحَدِ بَنِي جَذِيمَةَ فَلَمَّا رَآهُ يَحْتَجِمُ وَلَا عَهْدَ لَهُ بِالْحِجَامَةِ وَلَا يَعْرِفُهَا قَالَ مَا هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَامَ تَدَعُ هَذَا يَقْطَعُ جِلْدَكَ قَالَ هَذَا الْحَجْمُ قَالَ وَمَا الْحَجْمُ قَالَ هَذَا مِنْ خَيْرِ مَا تَدَاوَى بِهِ النَّاسُ: مسند أحمد ١٩٢٣٧

Artinya:

Dari Samurah bin Jundub dia berkata: ‘Aku pernah menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ketika itu beliau tengah memanggil tukang bekam, lalu tukang bekam itu membawa beberapa tanduk, dan menempelkan tanduk-tanduk tadi pada (tubuh) beliau. ‘Affan berkata: ‘Pertama, dengan tanduk, kemudian dia sayat dengan sebilah pisau. Tiba-tiba seorang Arab Badui dari Bani Fazarah salah satu keturunan Bani Jadzimah masuk menemui beliau. Tatkala melihat beliau dibekam, sementara dirinya belum pernah bekam, atau belum pernah mengetahuinya, dia segera berujar: ‘Apakah ini, wahai Rasulullah? Kenapa Anda membiarkan orang ini memotong kulit Anda?’ Beliau bersabda: “Ini adalah bekam.” Ia bertanya lagi: ‘Apakah bekam itu?’ Beliau menjawab: “Ini adalah sebaik-baik terapi pengobatan untuk manusia” (HR. Ahmad No. 19237)

Kesimpulannya, bekam atau hijamah atau terapi oksidan atau oxidant releasing therapy itu menggunakan pisau bukan menggunakan jarum/lanchet atau model tusukan.

Dari pengalaman kami, justru pasien yang diterapi dengan teknik jarum atau metode tusukan tidak memberikan pengaruh apa-apa terhadap pasien.

Faktanya justru malah badan demam (panas dingin), meriang, dan sakit kepala setelah diterapi dengan model jarum/lanchet. Sedangkan yang menggunakan pisau bedah (surgical blades) hasilnya luar biasa. Wallahu A’lam Bishshawwab

Bengkel Manusia Bukan Sembarang Bekam...!

Berdiri Sejak 1999 | Pengobatan Diabetes, Ginjal, Jantung, Skizofrenia, Medis/Non Medis (Gangguan Gaib/Sihir) & Lain-lain | #STERIL #PISAUBEDAH #ANTIJARUM #ANTISILET | Alamat Pusat: Town House Anggrek Sari Blok G/2 Batam Kepulauan Riau Indonesia | Cabang: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi | Tel./SMS/WA (+62) 813-2871-2147 Email: info@bekam.or.id | Melayani Panggilan Antarkota Dalam & Luar Provinsi - Luar Negeri | Menerima Pasien Rawat Inap dari Dalam dan Luar Negeri | Reservasi: Klik Di Sini...!