Dalam momentum peringatan World Suicide Prevention Day (WSPD), Komunitas Ruqyah On The Street (RoS) Batam bersama Yayasan An Nubuwwah Batam menggelar aksi ruqyah menyeluruh di area Jembatan I Barelang, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (21/11/2025) pukul 8.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian spiritual sekaligus respons atas kasus-kasus bunuh diri di ikon wisata Kota Batam tersebut.
Ruqyah dilakukan dalam skala besar menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk menyiram air ruqyah sepanjang Jembatan I Barelang.
Aksi ini memadukan ikhtiar spiritual, doa keselamatan, serta seruan kepedulian terhadap kesehatan mental masyarakat.
Data RoS mencatat, sepanjang 1 Januari-31 Desember 2024 terdapat 7 kasus bunuh diri di Barelang (6 meninggal, 1 selamat).
Sementara Januari-Oktober 2025 tercatat 4 kasus (2 meninggal, 1 selamat, 1 belum diketahui). Total ada 11 kasus dalam dua tahun.
Koordinator RoS Batam, Muhammad Ikhsan, mengatakan aksi ini digelar bertepatan dengan semangat World Suicide Prevention Day (WSPD) sebagai kampanye global untuk menghapus stigma dan meningkatkan perhatian terhadap pencegahan bunuh diri.
“Ruqyah ini bukan berarti bisa menghapus kasus bunuh diri sepenuhnya, tapi ini ikhtiar batin. Yang terpenting adalah adanya pengawasan dan pembinaan mental. Barelang membutuhkan posko pendampingan,” ujar Muhammad Ikhsan di lokasi Jembatan I.
Ikhsan juga menyoroti perlunya penambahan kamera CCTV dan kalibrasi kamera untuk memaksimalkan pengawasan di titik-titik rawan.
“Kita tidak ingin Jembatan I Barelang menjadi seperti Jembatan Golden Gate kedua. Jembatan di California, AS itu sangat dikenal sebagai lokasi aksi bunuh diri,” tegasnya.
Ia mengapresiasi upaya tim pos pengamanan di Jembatan I Barelang yang selama ini melakukan deteksi dini terhadap indikasi orang yang berpotensi melompat.
“Dari Danpos sendiri kita dengar sering muncul indikasi orang yang berniat loncat. Koordinasi yang baik dengan pedagang di sekitar jembatan, dalam pelaporan terkait indikasi-indikasi mencurigakan terjalin dengan baik. Kami sangat mengapresiasi hal tersebut,” ucapnya.
World Suicide Prevention Day (WSPD) sendiri diperingati setiap 10 September sebagai momentum global untuk membangun percakapan terbuka tentang kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri.
Ruqyah yang dilakukan RoS dan Yayasan An Nubuwwah Batam tahun ini mengusung pesan harapan: menetralkan energi negatif di lokasi rawan, menghapus aura keputusasaan, mendoakan masyarakat Batam terhindar dari dorongan bunuh diri, serta menguatkan mental individu yang sedang berada pada titik terendah.
Ketua Yayasan An Nubuwwah Batam, Ustaz Muhammad Candra P. Pusponegoro Rizqi Marzaqah Al Hana selaku peruqyah, mengatakan ruqyah menyeluruh ini merupakan lanjutan dari kegiatan pertama yang dilakukan pada 19 Juli 2024 lalu.
“Ini bagian dari ikhtiar bersama merawat jiwa masyarakat. Kejadian bunuh diri di Barelang menunjukkan perlunya keseimbangan antara pendekatan sosial, spiritual, dan edukasi mental,” jelasnya.
Gunakan Truk Tangki 5.000 Liter untuk Penyiraman Air Ruqyah
Pelaksanaan ruqyah dimulai dengan salat sunat hajat dua rakaat, dilanjutkan doa bersama, serta proses pencampuran air ruqyah ke dalam truk tangki. Penyiraman dilakukan di sisi kiri dan kanan trotoar sepanjang 1.284 meter.
Candra menjelaskan bahwa ruqyah lingkungan atau benda mati dibolehkan secara syariat karena energi negatif dan al ‘ain dapat menimpa tempat tertentu.
“Air adalah simbol rahmat dan ketenangan. Kami berharap di Jembatan I Barelang tidak lagi memunculkan aura keputusasaan bagi orang yang sedang mengalami tekanan hidup,” ujar Candra di lokasi usai meruqyah.
Data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Bareskrim Polri mencatat tren bunuh diri nasional meningkat 60% dalam lima tahun terakhir.
WHO juga mencatat lebih dari 720 ribu orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun, dengan kelompok usia 15-29 tahun sebagai kelompok paling rentan.
Kondisi ini menjadikan upaya pencegahan di tingkat lokal semakin penting, termasuk di kawasan wisata rawan seperti Barelang.
Dalam kegiatan tersebut, Ustaz Muhammad Candra P. Pusponegoro Rizqi Marzaqah Al Hana juga menyampaikan harapan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar memperkuat perhatian terhadap isu kesehatan mental, spiritualitas, dan keamanan publik.
“Kasus bunuh diri di Barelang menunjukkan masyarakat membutuhkan sentuhan kemanusiaan, dukungan sosial, dan pembinaan keagamaan. Kami berharap Presiden Prabowo memperkuat program pencegahan bunuh diri di seluruh daerah,” pintanya.
Komandan Pos (Danpos) Ditpam BP Batam, Blasius Buang, menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan ruqyah ini.
“Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi, atau setidaknya berkurang, kasus lompat dari Jembatan I Barelang,” harap Blasius Buang.
Kegiatan turut dihadiri Bhabinkamtibmas Tembesi Bripka Roy Pane Sitorus, Babinsa Tembesi Kopda Karya, serta Ketua Tim Lapangan RoS, Nov Iwandra.
Melalui ruqyah menyeluruh ini, RoS berharap masyarakat Batam semakin peduli terhadap kesehatan mental, tidak ragu mencari pertolongan, dan mau saling mendukung dalam lingkungan sosial.
Kegiatan dibuka dengan penyematan pin Kampanye Antibunuh Diri oleh Ustaz Ustaz Muhammad Candra P. Pusponegoro Rizqi Marzaqah Al Hana kepada Danpos Ditpam, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sebagai simbol gerakan bersama melawan keputusasaan.
Juga dilakukan pemasangan spanduk kampanye pencegahan bunuh diri di salah satu sudut Jembatan Barelang. Ketua Tim Lapangan RoS, Nov Iwandra, menambahkan,
“Kita ingin mendoakan agar kita semua terhindar dari musibah. Untuk masyarakat yang mungkin sedang putus asa, kami imbau agar menyadari diri, berbuat lebih baik, sehingga tidak terjadi lagi kecelakaan atau musibah di tempat ini,” ujar Nov Iwandra.
