Manfaat Bekam Kata Profesor Harvard Amerika
Terapi bekam (hijamah) sangat populer di Indonesia dan Asia. Masyarakat Indonesia menjadikan bekam sebagai salah satu pengobatan yang diyakini dapat mengeluarkan racun-racun yang berada di dalam tubuh.
Pakar kesehatan dari Harvard Medical School, Amerika Serikat, Robert H. Smerling, mengatakan sejumlah penelitian telah dilakukan untuk menjawab keampuhan bekam sebagai salah satu terapi kesehatan dengan hasil yang sangat meyakinkan.
Namun, kata Smerling, ada jurnal ilmiah yang ditulis pakar kesehatan dari Cina pada 2015 dengan judul Traditional Chinese Medicine for Neck Pain and Low Back Pain: a systematic review and meta-analysis yang mengungkap bekam berdampak positif untuk meredakan sakit leher atau punggung kronis, katanya, dikutip dari laman resmi Harvard Health Publishing, Kamis, 22 Juli 2021.
Mantan kepala klinis divisi reumatologi di Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) itu menuturkan banyak ahli yang menyatakan jika bekam aman selama tidak mempermasalahkan warna kulit yang berubah.
Menurut Smerling, para pasien terapi bekam percaya pengobatan ini bisa meredakan nyeri otot, sakit di punggung dan leher, menyembuhkan penyakit kulit seperti jerawat dan gatal-gatal, menurunkan kolesterol, migrain, radang sendi lutut, serta meningkatkan kekebalan tubuh.
Selain itu, bekam diyakini bisa mengembalikan keseimbangan antara kekuatan positif dan negatif, menghilangkan faktor penyebab penyakit, dan meningkatkan sirkulasi darah.
Related Articles
Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit kronis yang terus meningkat jumlah penderitanya di seluruh dunia.
Pendekatan nonobat atau nonfarmakologi terus mendapat perhatian dalam penanganan pasien kanker payudara, khususnya dalam mengurangi nyeri yang kerap dialami pada stadium lanjut.
Terapi bekam (hijamah) dengan cara goresan dinilai memiliki potensi membantu mengurangi keluhan nyeri tengkuk dan kesemutan pada penderita kolesterol tinggi.