Mengapa Biaya Bekam dan Ruqyah di Bengkel Manusia Beda?

Mengapa Biaya Bekam dan Ruqyah di Bengkel Manusia Beda?

Pertanyaan:

Mengapa Biaya Bekam dan Ruqyah di Bengkel Manusia Beda?

Selamat pagi Bekam Batam Ruqyah Batam Bengkel Manusia Indonesia. Mohon maaf mengapa biaya bekam atau ruqyah di Bengkel Manusia Indonesia kok berbeda sama tempat lain? Saya belum pernah ke Bengkel Manusia Indonesia sih, tapi menurut saya biayanya agak mahal, bukannya sama saja ya? Mohon maaf kalau keliru dan menyinggung. Terima kasih. 
Pengirim: +62-857-9279-xxxx

Jawaban:

Kalau Butuh Murah, Kalau Tidak Butuh Gratis Dianggap Sepele

Terima kasih atas pertanyaannya. Kami sangat senang dan sama sekali tidak tersinggung dengan pertanyaan Anda. Pertanyaan ini sudah sangat sering ditanyakan sejak kami praktik di Cempaka Putih Barat XIX Jakarta Pusat tahun 2000 dan Batam tahun 2005 lalu sampai saat ini.

Dapat kami jelaskan bahwa bekam (hijamah) di Bengkel Manusia Indonesia menggunakan dan mengembangkan teknik goresan (sayatan) sedalam (±) 0,9 milimeter dengan pisau bedah (surgical blades) nomor 10, 11, 15 atau selainnya dan tidak menggunakan tusukan. 

Hal ini dilakukan karena mengikuti dan sesuai hadis Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam;

الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ

“Kesembuhan hanya bisa diperoleh dengan tiga cara, meminum madu, goresan/sayatan pisau bekam (hijamah), dan sundutan api. Namun aku (Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) melarang umatku berobat dengan sundutan api” (HR. Bukhari No. 5680).

Untuk itu, sekali lagi kami tegaskan sangat berbeda teknik dan mekanisme pengeluaran darah dari permukaan kulit dengan cara sayatan (goresan) sedalam (±) 0,9 milimeter. Kemudian proses bekam teknik sayatan (goresan) mengambil darah-darah di bagian kapiler yang lokasinya hanya di permukaan kulit dan sangat tipis. 

Darah bekam yang sesuai hadis hanya bisa diambil dengan teknik sayatan (goresan) dan bukan dengan cara yang lainnya. Sebab di seluruh permukaan kulit sering terjadi hambatan dan sisa toksid atau racun atau zat-zat nutrisi yang sudah tersimpan lama. Untuk teknik ini tentu saja harus memiliki keahlian, ketelitian yang sangat tinggi dan berpengalaman selama puluhan tahun. 

Sebenarnya, masalah harga itu sangat relatif. Bisa dibilang murah, cukup, sedang, atau sangat mahal. Semuanya tergantung kepada cara berfikir kita (mindset). Analogi paling sederhana, jika kita membeli nasi goreng di tepi jalan bisa jadi harganya relatif murah. Berbeda ketika kita menginap di hotel bintang lima dan membeli nasi goreng. 

Wujudnya sama-sama nasi goreng, namun cita rasanya sangat berbeda antara nasi goreng di tepi jalan dengan nasi goreng di hotel bintang lima. Harga adalah bagian dari persepsi yang ada dalam pikiran kita itu sendiri. Pada intinya, harga itu tergantung kepada siapa yang akan membelinya. Kalau kita butuh tentu rasanya murah, jika kita tidak butuh maka yang GRATIS saja dianggap sepele.

Adapun dengan biaya ruqyah juga bisa kami jelaskan. Dalil yang pertama hadis dari Abu Sa’id Al Khudriy رضي الله عنه yang berkata;

أن ناساً من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم أتوا على حي من أحياء العرب فلم يقروهم فبينما هم كذلك إذ لدغ سيد أولئك. فقالوا: هل معكم من دواء أو راق؟ فقالوا: إنكم لم تقرونا ولا نفعل حتى تجعلوا لنا جعلا فجعلوا لهم قطيعا من الشاء. فجعل يقرأ بأم القرآن ويجمع بزاقه ويتفل فبرأ فأتوا بالشاء. فقالوا: لا نأخذه حتى نسأل النبي صلى الله عليه وسلم، فسألوه فضحك وقال: «وما أدراك أنها رقية خذوها واضربوا لي بسهم»

Artinya: 

“Bahwasanya sekelompok orang dari sahabat Nami Muhammad صلى الله عليه وسلم mendatangi suatu desa dari desa-desa Arab, tapi penduduknya tidak mau menjamu mereka. Ketika mereka demikian, tiba-tiba saja pemimpin desa tadi disengat binatang (berbisa). Maka mereka berkata: “Apakah kalian punya obat atau orang yang ahli ruqyah (jampi-jampi)?” Maka mereka menjawab: “Kalian tidak mau menjamu kami. Dan kami tidak akan mengobati sampai kalian memberikan untuk kami upah (bayaran).” Maka mereka memberikan upah untuk mereka 30 (tiga puluh) ekor kambing. Maka mulailah dia (Abu Sa’id) membaca Ummul Qur’an (Al Fatihah) dan mengumpulkan ludahnya lalu meludahkannya sedikit (ke kepala suku kampung). Maka seketika sembuhlah dia. Lalu mereka mendatangkan kambing-kambing itu. Para sahabat tadi berkata: “Kita tidak mengambilnya sampai kita bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم.” maka merekapun bertanya kepada beliau. Maka beliau tertawa seraya bersabda: “Dari mana engkau tahu bahwasanya Ummul Kitab adalah ruqyah? Ambillah kambing-kambing tadi, dan berilah aku (Nabi Muhammad) bagian darinya” (HR. Bukhari No. 5736 dan HR. Muslim No. 2201).

Al Imam An Nawawiy رحمه الله berkata: “Ini merupakan ucapan jelas sekali tentang bolehnya mengambil upah dari ruqyah dengan Al Fatihah dan zikir, dan bahwasanya itu adalah halal tanpa kemakruhan di dalamnya.

Demikian pula upah dari mengajarkan Al Qur’an. Dan ini adalah madzhab Asy Syafi’iy, Malik, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan yang lainnya dari kalangan salaf dan ulama yang setelah mereka. 

Abu Al Imam Ibnu Qudamah رحمه الله berkata: “Adapun mengambil upah dari ruqyah, maka sungguh Ahmad memilih bolehnya hal itu, dan beliau berkata: “Tidak apa-apa.” Dan beliau menyebutkan hadis Abu Sa’id. Bahwasanya ruqyah itu sejenis pengobatan. Harta yang diambil karena ruqyah tadi merupakan “ju’l” atai imbalan dan memang diperbolehkan mengambil upah dari pengobatan.” (Al Mughni 6/hal. 143).

Sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam;

إن أحقّ ما أخذتم عليه أجرا كتاب الله

Artinya:

“Sesungguhnya yang paling berhak untuk kalian ambil upah darinya adalah Kitabullah” (HR. Bukhari No. 5737).

Dengan upah ruqyah ini para ulama menafsirkan hadis bukan dengan mengambil upah karena semata-mata pembacaan ayat-ayat atau zikir itu sendiri.

Nah, kalau ruqyah di Bengkel Manusia Indonesia dibilang mahal, tentu Anda sangat keliru karena pada zaman sahabat Nabi Muhammad, merujuk hadis di atas, kepala suku yang tersengat hewan berbisa diminta 30 ekor kambing untuk biaya ruqyah. 

Jika harga kambing saat ini standar per ekor Rp 2,7 juta x 30 ekor = Rp 81 juta. Coba kita bandingkan biaya ruqyah di Bengkel Manusia Indonesia dengan pada masa nabi itu, mahal mana coba? Demikian penjelasannya dan wallahu a’lam bish-shawwab.

Related Articles

Al Ain Penyakit Akibat Pandangan Mata Seseorang

Al Ain Penyakit Akibat Pandangan Mata Seseorang

Saya tersesat berobat ke orang berilmu hitam

Saya Tersesat Berobat ke Orang Berilmu Hitam

Empat Tahun Lalu Disihir, Sekarang Disihir Lagi

Empat Tahun Lalu Disihir, Sekarang Disihir Lagi