Studi Ilmiah 2025 Bekam Menghilangkan Nyeri Gangguan Pencernaan Pikiran dan Stres

Studi Ilmiah 2025, Bekam Menghilangkan Nyeri, Gangguan Pencernaan, Pikiran dan Stres

Bekam atau hijamah (bahasa Arab) kembali menjadi sorotan di tengah tren gaya hidup sehat masyarakat modern.

Metode pengobatan kuno ini kini tidak hanya dipandang sebagai praktik alternatif. Melainkan mulai dilirik sebagai terapi pendamping yang dinilai memberi manfaat nyata. 

Fenomena ini juga didukung hasil penelitian pakar dan analis kesehatan terbaru di Indonesia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Ensiklopedia of Journal 1 Januari 2025 mengungkap bahwa terapi bekam memiliki pengaruh positif terhadap berbagai keluhan kesehatan. 

Studi tersebut dilakukan oleh Satrio Bhagas Yudhanto dkk di Yayasan Aljannah Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada pasien.

Menurut Satrio Bhagas Yudhanto, selaku peneliti utama, sebagian besar pasien melaporkan adanya penurunan keluhan setelah menjalani terapi bekam secara rutin. 

Keluhan yang dimaksud meliputi nyeri otot, gangguan pencernaan, hingga stres. Temuan ini memperkuat posisi bekam sebagai terapi komplementer yang relevan saat ini.

Dalam praktiknya, bekam bekerja dengan membantu melancarkan sirkulasi darah dan merangsang proses penyembuhan alami tubuh. 

Hal ini sejalan dengan penelitian Hasan dan Taufik yang dipublikasikan pada 2019 yang menyebut bekam efektif dalam membantu meredakan nyeri.

Tak hanya dari sisi fisik, manfaat bekam juga dirasakan pada aspek psikologis. Beberapa pasien mengaku merasa lebih rileks dan tenang setelah terapi. 

Menurut Sugiyanto (2023), efek ini terjadi karena stimulasi sistem saraf parasimpatis yang berperan dalam menurunkan stres dan kecemasan.

Selain itu, kualitas tidur pasien juga dilaporkan meningkat signifikan. Pasien merasa lebih segar saat bangun dan lebih bertenaga menjalani aktivitas harian. 

Hal ini menunjukkan bahwa bekam tidak hanya mengatasi gejala tetapi juga berkontribusi pada kualitas hidup secara keseluruhan.

Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa frekuensi terapi sangat memengaruhi hasil. Pasien yang rutin menjalani bekam cenderung mengalami perbaikan lebih optimal. 

Sementara mereka yang hanya sesekali terapi, hasilnya tidak terlalu signifikan dan tidak sesuai harapan. Temuan ini menegaskan pentingnya konsistensi dalam pengobatan bekam.

Dari sisi gangguan pencernaan, bekam juga menunjukkan potensi yang menjanjikan. Pasien dengan keluhan seperti kembung dan sembelit mengalami perbaikan. 

Rizki (2020) dalam jurnalnya menyebut bekam dapat membantu meningkatkan fungsi pencernaan. Hal ini membuka peluang terapi ini untuk masalah gastrointestinal ringan.

Namun demikian, pasien dengan kondisi kronis cenderung mengalami perbaikan yang lebih lambat. Ini menunjukkan bahwa efektivitas bekam dipengaruhi kondisi awal pasien.

Menurut Al-Bedah (2018), mekanisme kerja bekam memang kompleks dan bergantung pada respons biologis masing-masing individu. Karena itu, pendekatan integratif tetap menjadi pilihan yang lebih bijak.

Di Indonesia sendiri, popularitas bekam terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Faktor biaya yang relatif terjangkau dan minim efek samping menjadi daya tarik utama.

Dini (2020) menyebut bekam sebagai terapi pilihan yang mudah diakses masyarakat. Hal ini membuatnya semakin diminati berbagai kalangan.

Meski begitu, ada juga segelintir masyarakat yang meragukan efektivitasnya. Terutama mereka yang lebih percaya pada pengobatan medis konvensional. 

Namun, pengalaman langsung sering kali mengubah pandangan tersebut. Banyak pasien akhirnya menjadi lebih terbuka setelah merasakan manfaatnya.

Dari sisi keamanan, terapi bekam umumnya tergolong aman bila dilakukan oleh tenaga terlatih. Efek samping yang muncul biasanya ringan, seperti perih di area bekam. 

Namun, standar prosedur tetap harus diperhatikan untuk menghindari risiko. Pelatihan terapis menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas layanan.

Dalam era digital seperti sekarang, terapi bekam juga mulai beradaptasi. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat membantu meningkatkan akses informasi. 

Widianto dan Yulianto (2021) menyebut platform digital efektif untuk edukasi masyarakat. Ini menjadi peluang besar dalam pengembangan terapi tradisional.

Yayasan An Nubuwwah Batam menjadi salah satu contoh lembaga yang aktif mengembangkan layanan bekam secara profesional. 

Menurut pengelola yayasan, terapi ini menjadi salah satu layanan paling diminati pasien. Bekam pun sebagai terapi pendamping yang melengkapi pengobatan utama.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa bekam memiliki potensi besar dalam membantu mengurangi berbagai keluhan kesehatan. Mulai dari nyeri otot, gangguan pencernaan, hingga masalah psikologis.

Meski demikian, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi individu. Ke depan, edukasi dan penelitian lanjutan menjadi kunci penting untuk memperkuat bekam bersanding dengan dunia kesehatan modern. 

Dengan pendekatan yang tepat, terapi ini dapat menjadi solusi holistic yang menjembatani pengobatan tradisional (batra) dan medis.

Sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang aman dan terarah, Yayasan An Nubuwwah Batam Kepulauan Riau membuka akses terapi bekam bagi masyarakat yang ingin merasakan manfaatnya secara langsung. 

Didukung tenaga terlatih dan prosedur yang terstandar, layanan ini dirancang untuk membantu mengatasi keluhan sekaligus meningkatkan kebugaran tubuh. 

Bagi masyarakat yang selama ini ragu, pendekatan profesional yang diterapkan menjadi jembatan antara terapi tradisional dan kebutuhan kesehatan modern.

Terlebih, hasil penelitian yang ada semakin memperkuat bahwa bekam dapat menjadi terapi pendamping yang layak dipertimbangkan.

Dengan konsistensi dan pendampingan yang tepat, terapi ini berpotensi memberikan perubahan nyata bagi kualitas hidup.

Kini, pilihan kembali ada di tangan masyarakat untuk mulai mengenal dan merasakan sendiri manfaat terapi bekam secara aman dan terarah.

Daftar Pustaka:

1. Sugiyanto (2023)

Sugiyanto adalah penulis artikel ilmiah berjudul “Mekanisme Kerja Terapi Bekam dalam Menurunkan Stres dan Kecemasan”. Dipublikasikan di Jurnal Psikologi Kesehatan, Vol. 7 No. 2, tahun 2023. Fokusnya membahas bagaimana bekam memengaruhi sistem saraf dan stres.

2. Rizki (2020)

Rizki adalah penulis penelitian “Studi Penggunaan Terapi Bekam untuk Mengatasi Nyeri Otot dan Gangguan Pencernaan”. Dipublikasikan di Jurnal Terapi Alternatif, Vol. 12 No. 3, tahun 2020. Penelitiannya menyoroti manfaat bekam untuk keluhan fisik seperti otot dan pencernaan.

3. Al-Bedah (2018)

Al-Bedah adalah penulis utama (bersama beberapa peneliti lain) dari artikel internasional. “The medical perspective of cupping therapy: Effects and mechanisms of action”. Dipublikasikan di Journal of Traditional and Complementary Medicine, tahun 2018. Penelitian ini membahas mekanisme ilmiah bekam dari sisi medis modern.

4. Hasan & Taufik (2019)

Penulis artikel “Cupping Therapy and its Effect on Pain Relief: A Review of Literature”. Dipublikasikan di Journal of Complementary and Alternative Medicine, tahun 2019. Fokus pada tinjauan literatur tentang efektivitas bekam untuk nyeri.

5. Dini (2020)

Penulis artikel “Manfaat Terapi Bekam dalam Pengobatan Alternatif”. Dipublikasikan di Jurnal Kesehatan dan Terapi Alternatif, tahun 2020. Membahas bekam sebagai pengobatan alternatif yang terjangkau.

6. Kurniawan & Sari (2022)

Penulis artikel “Pengaruh Terapi Bekam pada Kesehatan Fisik dan Psikologis”. Dipublikasikan di Jurnal Ilmu Kesehatan, tahun 2022. Meneliti efek bekam dari sisi fisik dan mental pasien.

7. Widianto & Yulianto (2021)

Penulis artikel “The Effectiveness of Cupping Therapy in Reducing Stress and Anxiety”. Dipublikasikan di International Journal of Health and Wellness, tahun 2021. Menyoroti efektivitas bekam dalam menurunkan stres.

8. Mulyadi & Wira (2021)

Penulis buku “Terapi Bekam dalam Era Society 5.0: Teknologi dan Implementasi di Masyarakat”. Diterbitkan tahun 2021. Membahas bekam dalam konteks perkembangan teknologi dan masyarakat modern.

Related Articles

Bekam Cepat Turunkan Gula Darah Ini Penjelasan Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang 
Bekam Redakan Nyeri Kanker Payudara Ini Penjelasan Ilmiahnya dan Bagaimana Mekanismenya Kerja Bekam
Penelitian Ilmiah Ungkap Bekam Goresan Hilangkan Nyeri Tengkuk dan Kesemutan Penderita Kolesterol
🩸
Bekam Diabetes
 
Kondisi metabolik seperti diabetes memerlukan perhatian dan pengelolaan yang konsisten. Gejala yang sering dirasakan antara lain mudah lelah, perubahan berat badan, dan gangguan kadar gula.

Sebagai bagian dari ikhtiar perawatan, terapi dilakukan melalui teknik goresan presisi ± 0,9 mm secara terukur dan profesional, dengan pendekatan yang disiplin, terarah dan berkelanjutan
❤️
Bekam Jantung
 
Gangguan pada jantung dapat terjadi secara tiba-tiba dan memerlukan perhatian yang serius. Keluhan seperti nyeri dada akibat hambatan aliran darah perlu ditangani dengan pendekatan yang tepat dan terukur.

Sebagai bagian dari ikhtiar perawatan, terapi dilakukan melalui teknik goresan presisi ± 0,9 mm dalam rangkaian sesi yang terarah dan profesional, dengan pendekatan yang berkelanjutan
🧬
Bekam Ginjal
 
Gangguan fungsi ginjal dapat diawali dengan gejala seperti mudah lelah, perubahan frekuensi buang air kecil, pembengkakan pada kaki, hingga penurunan berat badan yang signifikan.

Sebagai bagian dari ikhtiar perawatan, terapi dilakukan melalui teknik goresan presisi ±0,9 mm dalam sesi yang terarah dan profesional, dengan pendekatan yang terukur dan sistematis
📿
Ruqyah Jasmani Rohani
 
Gangguan bisa bersifat jasmani & rohani. Ruqyah dilakukan dengan pembacaan Al Qur’an, zikir, doa.

Penanganan dilakukan secara profesional dengan menjaga adab, kehati-hatian, dan berpegang nilai-nilai syariah dalam proses ruqyah
🏠
Ruqyah Tempat (Hunian)
 
Gangguan nonmedis tidak hanya menimpa individu, namun juga lingkungan atau tempat beraktivitas.

Ruqyah tempat dilakukan sebagai ikhtiar menghadirkan ketenangan, kenyamanan, dan suasana yang lebih baik agar aktivitas penuh keberkahan
Pemulihan Spiritual
 
Sebagian individu mungkin pernah melakukan tirakat tertentu yang bertentangan dengan syariat Islam.

Ruqyah dilakukan sebagai proses pertobatan, pemulihan, dan pembersihan jasmani rohani untuk mengembalikan keimanan

Informasi Umum

 
Bekam Batam Bengkel Manusia Indonesia Yayasan An Nubuwwah Batam berdiri 1999 dan menangani berbagai keluhan kesehatan seperti diabetes, ginjal, jantung, dan lainnya.
Kami juga memberikan pendampingan spiritual Islami untuk gangguan sihir, jin, al ‘ain, serta gangguan gaib lainnya.

Medis Nonmedis

 
Terapi medis meliputi berbagai keluhan seperti ginjal, jantung, prediabetes, diabetes tipe 1 dan 2, hipertensi, kolesterol, serta gangguan kesehatan lainnya.
Tersedia pula terapi nonmedis berupa ruqyah syar’iyyah untuk gangguan sihir (santet), gangguan jin atau setan, al ‘ain, serta gangguan gaib lainnya.

Semua Kalangan

 
Pasien laki-laki maupun perempuan dapat menjalani terapi di tempat ini. Pasien laki-laki ditangani tenaga ahli laki-laki, dan pasien perempuan oleh tenaga ahli perempuan.
Layanan terbuka untuk semua usia, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia tanpa membedakan latar belakang.

Daftar Online

 
Layanan praktik dibuka setiap hari pukul 07.30–20.30 WIB. Pasien wajib melakukan pendaftaran dahulu sebelum kedatangan.
Silakan mendaftar terlebih dahulu melalui WhatsApp dengan mengirimkan nama lengkap, tempat/tanggal lahir, alamat, pekerjaan, agama, keluhan, dan rencana kedatangan.

Bekam Batam Bengkel Manusia Indonesia An Nubuwwah Batam - Copyright © 2000 - All Rights Reserved | SEO Manager and Website Development by Yayasan An Nubuwwah Batam