Friday, Jul 19

Nasib Amal Perbuatan Jin Jika Sudah Mati Featured

Nasib amal perbuatan jin jika sudah mati Nasib amal perbuatan jin jika sudah mati

Setiap makhluk hidup pasti akan binasa (mati). Baik itu manusia, hewan, tumbuhan, malaikat, iblis, jin, setan, dan makhluk lainnya. Walau tidak kasat mata, jin juga mati.

Kematian tidak bisa dihindari seluruh makhluk Allah. Kematian pasti akan datang untuk manusia, jin, dan makhluk hidup selainnya.

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan” (QS. ’Ankabut 57)

Ajal (kematian) pasti akan mendatangi setiap mahkluk hidup di bumi atau di langit. Dalilnya bisa dibuka di Al Qur`an surat Al Anbiya’ 35, ’Ali ’Imran 185, maupun ayat-ayat lainnya.

Hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Kekal dan Maha Abadi. Sebagaimana yang ditegaskan Allah sendiri di dalam surat Ar Rahman ayat 26-27;

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ

Artinya:

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”

Lalu bagaimana jin meninggal? Apakah sama seperti manusia? Di antara hadis yang menjelaskan secara eksplisit tentang kematian jin adalah yang diriwayatkan Imam Muslim.

Dari Abu As Sa’ib yang pernah menjadi hamba sahaya Hisyam bin Zahrah, ia berkata:

“Saya pernah menjumpai Abu Sa’id Al Khudri di rumahnya. Aku dapati dia sedang salat. Maka aku pun duduk menunggunya. Setelah selesai salat aku mendengar suara di salah satu tiang di atap rumah.

Aku melihatnya ternyata seekor ular. Maka aku pun bangkit hendak membunuhnya. Abu Sa’ib mengisyaratkan agar aku duduk kembali. Aku pun duduk. Setelah keluar beliau menunjuk sebuah rumah.

Beliau bertanya, “Apakah engkau melihat rumah itu?” “Ya!” jawabku. Beliau bercerita, “Dahulu di rumah itu tinggallah seorang pemuda yang baru saja menikah. Maka kami pun berangkat bersama Rasulullah ke peperangan Khandaq.

Pemuda itu meminta izin kepada Rasulullah untuk kembali ke rumah pada tengah hari. Rasulullah mengizinkannya dan berkata kepadanya, ‘Bawalah senjatamu, aku takut engkau dihadang oleh Yahudi Bani Quraizhah’.

Maka pemuda itu pun membawa senjatanya. Kemudian ia kembali ke rumahnya. Sesampainya di rumah ia dapati istrinya berdiri di depan pintu rumahnya. Maka ia pun menyerbu ke arah istrinya untuk memukulnya dengan tombaknya.

Dia telah terbakar rasa cemburu. Si istri berkata kepadanya, ‘Tahan dulu tombakmu terhadapku! Masuklah ke dalam rumah supaya engkau dapat melihat apa yang menyebabkan aku keluar rumah.’

Maka pemuda itu pun masuk ke dalam rumah ternyata ia dapati ular besar melingkar di atas tempat tidurnya. Maka ia pun menyerangnya dengan menusukkan tombaknya.

Kemudian ia keluar dan menancapkan ular itu pada tombaknya lalu ular itu menggeliat dari ujung tombak dan menyerangnya, tidak diketahui siapakah yang lebih dahulu mati apakah ular itu atau pemuda tadi.

Matinya Jin

Kami pun menceritakan peristiwa itu kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, kami berkata, ‘Mintalah kepada Allah agar Dia menghidupkannya kembali untuk kami.’ Rasulullah berkata, ‘Mintalah ampunan untuk sahabat kalian ini.’

Kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya kota Madinah ini dihuni oleh jin-jin yang telah masuk Islam. Jika kalian melihat ular, maka usirlah selama tiga hari. Jika masih terlihat setelah itu, maka bunuhlah karena ia adalah setan’” (HR. Muslim No. 2236).

Untuk mengetahui cara jin mati, kita merujuk pada firmah Allah dalam Al Qur‘an. Allah berfirman:

اِلَّا مَنِ اسۡتَرَقَ السَّمۡعَ فَاَ تۡبَعَهٗ شِهَابٌ مُّبِيۡنٌ‏

Artinya:

“Kecuali (setan) yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dikejar oleh semburan api yang terang” (QS. Al Hijr 18)

Imam Bukhari menjelaskan lebih detail tentang masalah ini. “Ketika Allah menetapkan suatu urusan di langit, malaikat lantas meletakkan sayapnya dalam rangka tunduk pada perintah Allah. Firman Allah yang mereka dengarkan itu seolah-olah seperti suara gemerincing rantai di atas batu.

Hal ini memekakkan mereka. Apabila rasa takut telah dihilangkan dari hati mereka, mereka mengucapkan, 'Apa yang telah difirmankan Rabb kalian?' Mereka menjawab, 'Perkataan yang benar. Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.‘”

“Setan-setan penyadap berita itu pun mendengarkan berita itu. Para penyadap berita itu posisinya saling bertumpuk-tumpukkan. Sufyan menggambarkannya dengan memiringkan telapak tangannya dan merenggangkan jari-jemarinya.

Jika setan yang di atas mendengar berita itu, segera disampaikan kepada setan yang berada di bawahnya. Kemudian, yang lain juga menyampaikan kepada setan yang berada di bawah nya hingga sampai kepada tukang sihir dan dukun.”

“Terkadang setan penyadap berita itu terkena api sebelum sempat menyampaikan berita itu. Terkadang pula setan itu bisa menyampaikan berita itu sebelum terkena api. Lalu, dengan berita yang didengarnya itulah tukang sihir atau dukun membuat 100 kedustaan. Orang-orang yang mendatangi tukang sihir atau dukun pun mengatakan, ‘Bukankah pada hari ini dan itu, dia telah mengabarkan kepada kita bahwa akan terjadi demikian dan demikian?‘” Akibatnya, tukang sihir dan dukun itu pun dipercaya karena satu kalimat yang telah didengarnya dari langit. (HR. Bukhari No. 4800).

Hadis panjang yang diriwayatkan Imam Bukhari tersebut dalam konteks pernyataan tentang apa yang diyakini penyihir tentang hal-hal yang dia katakan. Dan maksud hadis tersebut adalah untuk menjelaskan kemungkinan jin terbakar oleh api dari langit.

Berdasarkan penjelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa yang pertama, jin bisa mati saat menjelma menjadi ular. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis Imam Muslim di atas. Kedua, jin mati karena terbakar oleh api.

Allah berfirman:

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ

Artinya:

“Sungguh, Kami benar-benar telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang, menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat pelempar terhadap setan, dan menyediakan bagi mereka (setan-setan itu) azab (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala)” (QS. Al Mulk 5).

Dalam ajaran Islam diketahui seluruh amal perbuatan umat manusia akan dimintai pertanggungjawabannya di hari Kiamat kelak. Namun, bagaimana dengan golongan jin, apakah juga demikian? Jin, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur‘an, juga akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya. Perbuatan yang baik maupun buruk.

Dalilnya sebagaimana disebutkan dalam surat Al Ahqaf ayat 29-30:

“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Al Qur‘an, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)!” Maka ketika telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata, “Wahai kaum kami! Sungguh, kami telah mendengarkan kitab (Al Qur‘an) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitab-kitab) yang datang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus."

Dalam surat yang lain, yakni surat Al Jin, juga menunjukkan bahwa jin itu ada yang Islam dan ada yang keluar dari jalan Islam (kafir).

“Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al Qur‘an), kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa. Dan di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus” (QS. Al Jin 13-14).

Demikian juga dalam surat yang lain:

“Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman 37-40)

Dalil lain yang menggambarkan jin juga akan dihisab di hari kiamat, yakni seperti pada surat Al An‘am ayat 130:

“Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, “ (Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Tetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir.”

Dalam surat As Sajdah ayat 13-14 juga diterangkan bahwa jin juga akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir kelak.

Sebagaimana firman Allah:

“Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk baginya, tetapi telah ditetapkan perkataan (ketetapan) dari-Ku, “Pasti akan Aku penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama. Maka rasakanlah olehmu (azab ini) disebabkan kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini (hari kiamat), sesungguhnya Kami pun melalaikan kamu dan rasakanlah azab yang kekal atas apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. As Sajdah 13-14).

Tags
Bekam Batam Bengkel Manusia Indonesia - An Nubuwwah Batam

Pengobatan Diabetes, Jantung, Ginjal, Stroke, Asam Urat, Darah Rendah, Darah Tinggi, Migren, Vertigo, Kelumpuhan Wajah (Bell’s Palsy), Spondylosis Serviks, Anemia, Hemofilia, Rheumatoid Arthritis, Gangguan Kesuburan, Nyeri Leher, Nyeri Bahu, Nyeri Punggung, Nyeri Lutut, Kecemasan, Depresi, Halusinasi, Ilusi, Wahm, Gangguan Pencernaan, dan Medis Lainnya | Termasuk Pengobatan Non Medis Akibat Gangguan Iblis, Jin, Setan, Al ’Ain, Sihir (Black Magic), Pengeluaran: Susuk, Jimat, Rajah, Mantra-mantra, Pembersihan dan Pemagaran Rumah, Rumah Toko (Ruko), Kantor, Pabrik, Lapangan, Pesawat, Kereta Api, Kapal, dan Non Medis Lainnya Klik: www.ruqyah.or.id | Klik: Daftar Pasien Online | Call (+62) 813-2871-2147 Email: info[at]bekam.or.id | Office: Town House Anggrek Sari Blok G-2 Kel. Taman Baloi Kec. Batam Kota, Batam, Indonesia | Branch Head: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Seluruh Wilayah Indonesia | Overseas: Bekam & Ruqyah Singapura: https://wetcuppingsingapore.com/ Melayani Panggilan Antarkota, Dalam & Luar Provinsi, Luar Negeri | Baca Ulasan: Bekam Jarum Menyelisihi Dalil | Di Sini Penjelasan: Bekam Itu Sayatan dan Bukan Tusukan | Kata Mereka Setelah Bekam dan Ruqyah di Bengkel Manusia Indonesia: https://bekam.or.id/kata-mereka.html | Ingin menyalurkan zakat mal, infak, sedekah, hibah, nazar, riba, dam atau selainnya, Anda bisa menitipkannya melalui rekening Yayasan An Nubuwwah Batam Norek BSI 8122-888-216 a/n An Nubuwwah Batam atau BCA 579-0159-154 | Let‘s Go Visit and Donate to Our PayPal Account: https://www.paypal.com/paypalme/annubuwwah

Map Location